Monday, 21 May 2012

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan

 
 
Main Menu
Home
Hubungi Kami
Kamus Online
Percakapan
Menyimak
Resensi
Latihan
Artikel Umum
Agenda Bersama
« < May 2012 > »
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Konsultasi Online
Dhuyufuna
 
Saatnya Menumbuhkan Tali Asih diantara Sesama PDF Print E-mail
Allah swt. berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah [2] : 261)

Sesungguhnya, puasa itu mengajak manusia untuk memberi makan orang yang lapar, bederma kepada orang yang miskin, dan memberikan perlindungan kepada kaum fakir.

Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi orang yang gemar bersedekah. Sungguh indah dan mulia orang yang gemar bersedekah kepada sesama yang membutuhkan.

Dalam hadits shahih, Rasulullah saw. bersabda,  “Sesungguhnya Allah memiliki dua malaikat yang berdoa kepada-Nya setiap pagi; Malaikat yang satunya berdoa:  ‘Ya Allah berilah ganti untuk orang yang berinfak!’ Sedang malaikat yang satunya berdoa, ‘Ya Allah, berilah kebinasaan pada orang yang kikir!” HR Bukhari Muslim
Setiap kali seorang hamba menginfakkan (sebagian) hartanya, Allah akan memberikan karunia kesehatan jasmani, ketenangan batin, dan keluasan rezeki.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw. bersabda, ”Sedekah itu akan memadamkan (menghapus) kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” HR Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Kesalahan dan dosa bisa menjadikan hati terasa panas, jiwa terbakar, dan kehidupan (seakan-akan) dipenuhi api yang menyala-nyala. Semua itu tidak bisa dipadamkan kecuali dengan bersedekah. Karena, sedekah membawa hawa kesejukan di hati.

Dalam hadits shahih, Rasulullah saw. bersabda, "Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya di hari kiamat, hingga ia dijatuhi putusan di antara manusia." HR  Ahmad.

Sungguh amat menakjubkan, bahwa sedekah akan menjadi naungan bagi para hamba di hari kiamat nanti. Masing-masing akan berada di bawah naungan tersebut sebesar sedekah yang dikeluarkannya selama di dunia.

Utsman bin 'Affan ra., beliau memiliki limpahan harta yang ia pergunakan di jalan Allah swt.. Ia keluarkan hartanya untuk mempersiapkan pasukan pada perang Tabuk, dan ia pun membeli sumur Roumah untuk kaum muslimin, ia senantiasa bersedekah dan bederma. Pastilah ia mendapat ridha-Nya.

Abdurrahman bin Auf juga seorang sahabat yang kaya raya. Dia pernah bersedekah dengan menginfakkan tujuh ratus ekor unta untuk kaum fakir di kota Madinah.

Di antara orang yang berpuasa, ada yang tidak memiliki sepotong roti, tidak pernah merasakan nikmatnya susu, sebutir kurma, tidak memiliki tempat tinggal untuk bernaung, tidak memiliki kendaraan, dan tidak memiliki teman yang dapat memberikan pertolongan kepadanya.

Di antara mereka masih ada orang yang tidak tahu dengan apa mereka akan berbuka dan makan sahur. Karenanya, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita agar berkenan memberi makan kepada mereka. Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang sebanding dengan pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala yang diterima yang berpuasa." HR Tirmidzi.

Kemuliaan orang-orang saleh akan bertambah di bulan Ramadhan. Mereka akan mencurahkan, menginfakkan, dan memberikan sedekah dengan segala yang mereka miliki.

Banyak di antara mereka yang bersedia memberi makanan kepada fakir miskin untuk berbuka, demi menggapai ridha-Nya.

Masjid-masjid di masa lalau selalu penuh dengan makanan yang diperuntukkan bagi kaum fakir, sehingga tidak ada lagi yang merasa kelaparan atau kesusahan ketika berbuka. Dan yang mengagumkan, bahwa segala sesuatu yang diinfakkan oleh seorang hamba baik berupa makanan, minuman maupun pakaian, semuanya pasti akan sirna kecuali jika diinfakkan di jalan yang diridhai Allah swt.

Allah swt. berfirman, “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (At-Taghâbun [64] : 17)

Wahai orang yang berpuasa, sesungguhnya apa yang engkau sedekahkan akan diganti oleh Allah pada hari di mana kamu berada dalam kefakiran dan membutuhkan pertolongan, yaitu hari Kiamat.

Wahai orang yang berpuasa, segelas air putih, sebutir kurma, sedikit makanan, selembar pakaian, dan buah-buahan yang engkau berikan kepada orang yang memerlukan merupakan jalan bagimu menuju surga.

Wahai orang yang berpuasa, demi Allah, tiada yang mampu memelihara harta seperti halnya sedekah yang bisa memelihara hartamu dengan baik. Tiada yang dapat menyucikan harta kecuali zakat.

Banyak kaum hartawan yang mati meninggalkan harta kekayaan, simpanan, rumah dan gedung-gedung, namun semua itu membuatnya rugi dan menyesal, karena mereka tidak pernah mempergunakannya pada jalan yang seharusnya.

Di pembalasan kelak kan tampak di hadapanmu siapa yang merugi dan siapa yang beruntung. Hanya kepada Allah jualah pertolongan kita panjatkan.
 
< Prev   Next >

Langganan Newsletter
Home arrow Artikel Umum arrow Saatnya Menumbuhkan Tali Asih diantara Sesama
 
www.kursusbahasaarab.net - Cara Muda Mempelajari Bahasa Arab On line dan off line