Monday, 21 May 2012

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan

 
 
Main Menu
Home
Hubungi Kami
Kamus Online
Percakapan
Menyimak
Resensi
Latihan
Artikel Umum
Agenda Bersama
« < May 2012 > »
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Konsultasi Online
Dhuyufuna
 
Meneladani Kedermawanan Rasulullah saw. PDF Print E-mail
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan. Kedermwanan Rasulullah saw. akan semakin meningkat saat bulan Ramadhan tiba; saat Malaikat Jibril mendatang beliau setiap malam dan membaca al-Qur`an bersama beliau. Saat itulah, kedermawanan Rasulullah saw. melebihi tiupan angin.

Rasulullah saw. adalah jawwaad (orang yang paling dermwaan). Apa perbeadaan antara kata juud dan karam, yang keduanya mengandung arti dermawan? Kata juud lebih tinggi nilainya dari pada karam. Mungkin di sana terdapat orang-orang yang masuk dalam kategori  kuramaa' (orang-orang yang dermawan) tapi yang paling dermawan di antara mereka itulahyang disebut dengan juud (paling dermawan). Lantas, mengapa kedermawanan Rasulullah saw. diserupakan dengan hembusan angin ? karena ingin yang berhembus mempuyai tiga sifat, Yaitu:
Pertama: Angin itu bertiup sangat kencang. Sedekah yang dikeluarkan Rasulullah saw. tidak ada batas dan tidak pernah berakhir. Beliau adalah orang yang paling cepat dalam mengeluarkan sedekah. Tidak pernah terselip dalam benak beliau, apakah aku akan menyedekahkannya ataukah tidak? Apakah harta ini akan aku sedekahkan, ataukah aku harus memenuhi kebutuhanku terlebih dahulu? Beginilah keadaan Rasulullah saw. dalam bersedekah. Sungguh amat berbeda dengan kita. Jika kita makan malam di Restoran, kita tidak pernah berat untuk mengeluarkan uang sebesar dua ratus ataupun tiga ratus rupiah. Tapi saat keluar, dan menjumpai orang yang fakir, tentu kita akan berpikir seribu kali untuk menyodorkan uang kepadanya. Dan kalau memang kita tergerak untuk memberinya uang, kita mencari uang yang paling kecil nilai nominalnya. Rasulullah saw. tidak pernah melakukan sebagaimana yang sering kita lakukan. Dalam bersedekah, beliau bagaikan angin yang berhembus, dan di antara sifat angin adalah sangat cepat.
 
Kedua: Hembusan angin tidak seperti hembusan nafas; datang lalu berhenti. Beda dengan angin, ia pernah mengenal kata berhenti. Begitu pula dengan sedekah yang dilakukan Rasulullah saw.. Beliau tidak mengenal waktu tertentu dalam bersedekah lalu berhenti, tapi sedekah yang dilakukan Rasulullah saw.  berkesinambungan. Mungkin salah seorang di antara kita pernah berkata, Aku telah begitu banyak bersedekah pagi ini. mungkin cukup seperti itu ungkapanyang pantas. Tapi bagaimana dengan Rasulullah saw., beliau terus besedekah tidak perah berhenti; beliau bersedekah duapuluh empat jam dalam sehari. Jadi, sifat angin yang kedua adalah bahwa angin itu tidak pernah mengenal kata berhenti.

etiga : Angin itu bersifat umum; berhembus ke segala arah, tidak berhembus ke tempat tertentu. Tidak seperti hembusan napas. Contoh, kita menyuruh seseorang, duduklah di sini karena hembusannya mengarah ke sini. Tidak seperti hembusan angin, karena ia akan berhembus ke segala arah; berhenbus kepada orang yang berhak  merasakan hembusannya ataupun tidak. Begitu halnya dengan Rasulullah saw., beliau memberi sedekah kepada semua orang; orang yang berhak ataupun orang yang tidak berhak, orang kaya ataupun miskin, orang dewasa ataupun anak kecil, orang miskin ataupun orang kaya. Semua rang diberi sedekah oleh Rasulullah saw. dan beliau tidak pernah  berhenti bersedekah.

nilah ketiga sifat yang ada pada diri Rasulullah saw.  di saat bulan Ramadhan tiba. Lantas, apakah kita mampu mengikuti jejak Rasulullah saw. dengan ketiga sifat tersebut; pertama, beregera dalam bersedekah. Kedua, tidak pernah mengenal kata berhenti dalam bersedekah, dan ketiga, memberinya kepada semua orang.

 
< Prev   Next >

Langganan Newsletter
Home arrow Artikel Umum arrow Meneladani Kedermawanan Rasulullah saw.
 
www.kursusbahasaarab.net - Cara Muda Mempelajari Bahasa Arab On line dan off line