Monday, 21 May 2012

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan

 
 
Main Menu
Home
Hubungi Kami
Kamus Online
Percakapan
Menyimak
Resensi
Latihan
Artikel Umum
Agenda Bersama
« < May 2012 > »
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Konsultasi Online
Dhuyufuna
 
Memaafkan Orang Lain PDF Print E-mail
Ikhwani fillah, Tidak inginkah kita mendapatkan ampunan dan maaf dari Allah swt. atas segala kesalahan dan dosa yang kita perbuat? Jika memang keinginan itu masih ada, tentunya kita harus memulainya dari diri kita sendiri; kita maafkan semua kesalahan yang pernah dilakukan orang lain terhadap diri kita. Allah swt. berfirman, "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (an-Nur : 21)

Maafkanlah kesalahan orang lain, tentu Allah swt. akan memaafkan kesalahan kita. katakanlah, "Ya Allah, pada hari ini aku memaafkan semua kesalahan, kezaliman yang pernah dilakukan orang lain terhadapku di dunia karena-Mu agar Engkau berkenan mengampuni semua kesalahanku."  

Saat Lailatul qadar tiba, Sayyidina Umar bin Khatab berkata, "Ya Allah, semua kesalahan yang pernah dilakukan orang terhadapku pada hari ini telah aku maafkan."

Imam Ahmad bin Hambal pernah disiksa, dicambuk, dan di masukkan ke dalam penjara, meskipun demikian, ia tetap memaafkan orang yang pernah melakukan penyiksaan terhadap dirinya, kecuali orang yang dengan nyata dan tidak ada rasa malu melakukan kemungkaran dan kekejian. Dia juga membaca firman Allah swt., "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (an-Nuur : 21)

Rasulullah saw. bersabda, "Di hari kiamat nanti, ada dua orang dari umatku yang duduk bersila. Yang satu berkata, Ya Allah, ambilkan padaku kebajikan orang yang pernah melakukan kezaliman terhadap diriku.”
Lantas Allah swt. berfirman kepada yang lain, "Berikan kebajikanmu kepada saudaramu atas kezaliman yang pernah engkau perbuat."
"Ya Allah, kebajikanku telah habis," jawabnya.
 Allah swt. berfirman kepada orang pertama, "Kebajikannya telah habis."
Dia lantas berkata, "Ya Allah, berikan keburukanku kepadanya."
Allah swt. berfirman kepadanya, "Apakah kamu menginginkan sesuatu yang lebih baik dari itu?
"Apa itu?"  
Allah swt. berfirman, "Angkatlah kepalamu, dan perhatikan apa yang engkau lihat."
Lantas ia mengangkat kepalanya dan melihat istana yang terbuat dari emas dan permata yang belum pernah dilihatnya. Lantas ia berkata, "Ya Allah, kepunyaan siapa istana ini? Apakah istana ini kepunyaan seorang raja? Apakah istana yang megah ini kepunyaan seorang nabi? Ataukah ia kepunyaan orang yang syahid di jalan-Mu?"
Allah swt. berfirman, "Istana ini adalah kepunyaan orang yang mempunyai kebaikan yang cukup."
"Siapa orang yang memiliki kebaikan yang cukup itu?" tanyanya penasaran.
"Engkau yang memilikinya."
"Bagaimana mungkin aku memilikinya?"
Allah swt. menjawab, "Yaitu dengan maaf yang engkau berikan kepada saudaramu."
"Kalau begitu, aku maafkan semua kesalahannya, Ya Allah. Aku telah maafkan semua kesalahannya," sahut orang pertama.
Lantas Allah swt. berfirman kepadanya, "Ambillah tangan saudaramu, dan masuklah kalian berdua ke dalam surga."
Saudaraku, masih beratkan kita memaafkan kesalahan orang lain.Sampai kapan kita menyimpan rasa dendam dan ingin membalas kesalahan seseorang yang dilakukan terhadap kita, juga dengan kesalahan yang sama.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, yang senang memberi ampunan, maka ampunilah (kesalahan dan kealpaan) hamba.
 
< Prev   Next >

Langganan Newsletter
Home arrow Artikel Umum arrow Memaafkan Orang Lain
 
www.kursusbahasaarab.net - Cara Muda Mempelajari Bahasa Arab On line dan off line