Monday, 21 May 2012

Bila ada pelajaran yang harus segera kau perbarui pengertiannya kepada sahabat terdekat yang namanya diri mu itu, maka pelajaran itu adalah tentang keberanian yang didasari oleh pengertian yang baik.

 
 
Main Menu
Home
Hubungi Kami
Kamus Online
Percakapan
Menyimak
Resensi
Latihan
Artikel Umum
Agenda Bersama
« < May 2012 > »
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Konsultasi Online
Dhuyufuna
 
Bersegera Menyambut Ampunan Allah PDF Print E-mail
Di antara manfaat teragung yang diperoleh seorang muslim di bulan yang mulia ini adalah tobat dan kembali kepada Allah, juga muhasabahnya atas segala perbuatan yang dilakukan selama ini, dan perenungannya akan hari-hari hidupnya yang telah lewat. Pintu tobat memang terbuka, kemurahan Allah tercurah, dan anugerah-Nya datang di waktu pagi dan sore hari. Namun di manakah adanya orang yang bertobat dan beristigfar?

Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” (Az-Zumar [39] : 53)

Bulan ini adalah waktu yang tepat untuk bertobat dan memohon ampun. Ia adalah bulan kelapangan dan pemberian maaf. Dia adalah bulan yang paling mahal di antara yang termahal, dan paling berharga di antara yang paling berharga.
 

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di waktu malam agar orang yang berbuat buruk di waktu siang bertobat. Dan Allah membentangkan tangan-Nya di waktu siang agar orang yang berbuat buruk di waktu malam bertobat. (Semua itu berlangsung) sampai matahari terbit dari barat.” HR Muslim

Keburukan yang kita lakukan telah menumpuk, namun pintu pengampunan yang diberikan kepada lebih luas. Kekeliruan kita kepada-Nya demikian besar, namun rahmat-Nya lebih besar. Penyelewengan kita begitu agung, namun ampunan-Nya lebih agung lagi.

Allah swt. berfirman,  “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Âli Imrân [3] : 135)

Mereka tidak ngotot melakukannya; Mereka memang berbuat salah, namun kemudian menyadari kesalahannya dan beristigfar (memohon ampun) kepada Allah; Mereka berbuat keliru, lantas menyesal, hingga Allah mengampuni segala kesalahannya.

Dalam hadits shahih, Rasulullah saw. bersabda,  “Alangkah hina orang dikunjungi Ramadhan, namun ia tidak mendapat ampunan Allah.”HR Tirmidzi dan Hakim  Dosa-dosa dalam setahun, setiap tahunnya akan dihapus, bagi siapa saja yang jujur bersama Allah di bulan Ramadhan, selama ia menjauhi dosa-dosa besar sepanjang tahun. Aib-aib yang menumpuk itu akan dibersihkan pada bulan Ramadhan.

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian berbuat dosa siang dan malam, dan aku akan mengampuni dosa-dosa kalian semuanya. Maka mohon ampunlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian.” HR Muslim.

Berbuat dosa memang sudah menjadi tabiat manusia. Namun di antara mereka ada yang segera bertobat, menyesal dan memohon ampun kepada Tuhannya. Ada pula yang tetap melakukannya, larut di dalamnya, dan kesombongannya kian menjadi-jadi. Orang seperti inilah yang akan merugi, dan jauh dari hidayah Allah swt..

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman, “Wahai anak Adam, selama kamu memohon dan mengharap pada-Ku, pasti Aku akan mengampunimu atas apa yang ada dalam dirimu, dan aku tak memedulikannya.” Tirmidzi, Ahmad dan Ad-Darimi.

Wahai orang-orang yang berpuasa, bulan Ramadhan adalah kesempatan kita untuk bertobat dengan tulus. Hari-hari di dalamnya adalah ghanimah  bagi kita. Tidakkah kita ingin bersegera mengambil ghanimah dan kesempatan yang baik ini?

Ada di anta saudara-saudara kita yang turut berpuasa bersama dengan pada tahun lalu, namun pada tahun sekarang, ia telah dipanggil Allah swt.. Ingatlah Allah jualah yang memegang keputusan, dan Dia sangat cepat perhitungan-Nya. manusia pergi membawa amal, dan meninggalkan jejak-jejak kebaikannya di dunia.

Di antara syarat diterimanya tobat orang-orang yang berpuasa, adalah kesungguhan dalam bertobat, tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya, serta menyesal atas apa yang luput dari sang hamba untuk berada di samping Allah swt..

Allah swt. berfirman, “Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Asy-Syûrâ [42] : 25)

Rasulullah saw. bersabda dalam hadits shahih,  “Demi zat yang diriku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menghilangkan kalian, lantas Dia datangkan satu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Allah pun memberi mereka ampun.” Muslim.

Kapankah mereka yang melumuri dirinya dengan segala noda dan maksiat akan bertobat, kalau tidak saat sekarang; saat yang paling agung dan mulia bersamaan dengan bulan Ramadhan? Dan kapankah mereka akan kembali memenuhi panggilan Allah?

Sungguh, sebagian orang yang berpuasa kondisinya menjadi lebih baik di bulan Ramadhan. Namun apabila Ramadhan telah usai dan masa berpuasa telah habis, ia pun kembali kepada keadaannya semula, dan perilakunya juga kembali sebagaimana awalnya. Ia merusak apa yang telah dilakukannya selama bulan Ramadhan, dan menguraikan apa yang telah dipintal pada bulan yang mulia itu di bulan. Umurnya habis untuk menghancurkan dan membangun, untuk mengurai dan memintal.

Allah swt. berfirman, “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.” (An-Nahl [16] : 92)

Kebanyakan kaum salaf, apabila bulan puasa telah usai, mereka menangis karena berpisah dengannya, mereka menyesal dengan kepergiannya, dan mereka merana dengan kepindahannya. Hal terjadi itu karena begitu salehnya mereka, demikian bersihnya hati mereka, juga bersinarnya jiwa mereka.

اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِمَا وَفَّقْتَ إِلَيْهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنِ ، وَاهْدِنَا صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ.

Ya Allah, berilah kami taufik sebagaimana taufik yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh, dan berilah kami petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus.

 
< Prev   Next >

Langganan Newsletter
Home arrow Artikel Umum arrow Bersegera Menyambut Ampunan Allah
 
www.kursusbahasaarab.net - Cara Muda Mempelajari Bahasa Arab On line dan off line